Cerpen! yess! Cerpen..
Cerpen ini bercerita tentang masa indah dan pahitnya cinta di masa SMP. Original design dari saya..
Monggo dibaca~
Lemon Tea Cinta S.M.P
By: Samuel Pratama
24-Agustus-2010
Dengan bangga Sevanno menggendong tas ransel Condoti-nya yang baru , sambil merapihkan baju seragam putih – birunya didepan kaca mobil ayahnya. “I’m ready to be a first Junior highscholl student” , Sevanno berkata dengan semangatnya dalam hatinya ,walaupun grammar Inggrisnya masih berantakan. Menggoes sepeda barunya dengan memikirkan apa yang akan dialaminya nanti , sambil tak lupa earphone kesayangannya mengalunkan lagu.
“Kringg..” bel SMP sekolahnya-pun berdering dengan nyaring. Sevanno hanya tersenyum melihat orang-orang disekitarnya. Saat sesampainya dikelas 7 , ia melihat banyak teman-teman lamanya. Betapa bahagianya Sev melihat teman-teman seperjuangan SD nya dahulu. Sev menggambil tempat duduk dengan nafas lega sambil duduk sejenak. Sesaat mata Sevanno tertuju pada pintu masuk kelasnya sambil bertanya-tanya dalam hati , “Woow.. betapa cantiknya gadis ini? Siapakah dia?”. Sevanno binggung dan mengucek-ngucek matanya tak percaya apa yang baru saja Ia lihat. Jaket bulu yang Doi kenakan berterbangan ditiup angin AC yang luar biasa dingin saat itu.
Hari demi hari telah Sev lalui. MOSpun telah dilewati dengan geram dan kesalnya hatinya.
Sampai suatu hari petualangan cintanya dimulai..
“Sev , Sev!! Gua ada berita bagus nih buat lu” ,Kevin menggangetkannya. “Aduu, ada apa?” tanya Sev dengan penasaran. “Ituu, ada yang suka sama lu , tempatnya arah jam 7 dari sini” Sahut Kevin. Sevanno pun melirik ke arah gadis itu ,berharap bahwa gadis itu adalah perempuan idamannya . Dengan kecewa hati kenyataannya bukan Doi yang suka Sev ,tetapi cewe lain yang tak kalah cantiknya dengan cewe idaman Sev. Cewe itu melontarkan senyum yang cantik menggoda kepada Sev. Sev membalas senyum kecut ke cewe itu.
Gossip pacaran beredar. September, cewe idaman Sev telah dimiliki seseorang dari kakak kelas. “WTH man!!” Jengkel, kesel , ga rela , itu yang Sev rasakan saat itu. Tapi melihat cowonya ialah teman dekatnya Sev , hati Sev yang terbakar bagaikan dicemplungkan ke batu es se-grobak , yang biasa tukang-tukang es keliling jualan. Akhirnya Sevvano mendekati perempuan yang suka terhadapnya , tetapi sepertinya nasibnya sama. Cewe itupun sudah berstatus pacaran dengan salah satu kakak kelas. Sevvano pun sejenak menyerah dan sedih akan keadaannya. Ia merasa bahwa Sevvano tak berarti ,tapi Ia pun melanjutkan petualangannya.
“Brondong lu!” teriak Kevin ke Sevvano.”Kenapa brondong?” tanya heran Sev. “Iya.. sukanya sama kakak kelas sih..” . Dengan PD Sev berkata , “Emang gua sukanya sama yang lebih tua! Week” sahut Sev sambil menjulurkan lidah merahnya kepada Kevin.”Ckckck” , Kevin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Satu tahun berlalu, Sevvanno naik level 2 di SMP. “Huft.. masih aja ngejomblo. Ngiri sama yang lain. Ngga laku apa gue ya?” tanya Sev dalam hatinya kecilnya. Dengan berjalannya waktu , Sevvano dekat oleh salah satu kakak kelasnya. “Wow, betapa multi talent nya dia?” ,Sevvano mengaguminya dibalik layar PC via Facebook. Makin dekat , makin dekat. Sevvano dan kakak kelas itu makin nyaman dengan hubungan mereka. Akhirnya harapan Sevvano yang diangan-angankannya untuk pertama kalinya terwujud. Perasaan Sevvanno membludak gembira bagaikan memenangkan uang judi di Casino Royal ,indahnya seperti dunia ini tak ada masalah , bagaikan bunga-bunga cinta berterbangan diudara tertiup swing kipas angin. Sevvano tak bisa membendung rasa bahagianya , layaknya tsunami yang begitu dasyat. Setiap hari Sev meluangkan waktu tidur siangnya untuk bertemu dengan sang kekasih , meluangkan uang jajajnya untuk membeli pulsa. Tetapi Sev tak menggangap suatu beban, selama pacarnya itu bahagia. Sedangkan perasaan suka dan sayangnya Sevvano terhadap cewe idaman pertamanya masih saja mengantui tak hilang ditelan waktu.
Sepertinya Sevvano makin tercebur dalam kedalam indah cintanya kepada kakak kelasnya itu, makin dalam , makin luas seperti lumpur Lapindo. Tapi semua itu tak bertahan lama , kakak kelas yang Ia cintai itu memutuskan untuk mengakhiri hubungan spesial dengan Sev. Duaarr!! Hancurlah sekejap menara cinta yang dibangun Sev terhadap kakak kelasnya itu. Sakit , sedih dan kecewa yang Sev rasakan. Selama satu minggu setelah kejadian itu, Sev duduk termenung dilapangan sendiri sambil mengenang apa yang pernah Sev lakukan bersama kakak kesayangannya itu , sambil alunan musik patah hati teralun dari headset handphone nya. Rasanya sepi , sunyi seperti dikubur dalam kelamnya malam.Tetapi rasa sayang Sev terhadap kakak kelasnya tak akan bisa hilang. Seperti bangunan yang dibangun lalu roboh akibat gempabumi yang dasyat ,dan akan meninggalkan bekas pondasi.
Muncul-lah cewe idaman yang di idalamkan pertama Sev. Cewe itu peduli dan menghibur Sev. Seperti matahari ditengah gelapnya malam hari ,Sevvanno makin sayang kepada cewe idamannya itu , tanpa pamrih.
Satu tahun kembali telah Sev lalui, Ia selalu menyibukan dirinya dengan segudang kesukaan dan kesenangannya. Kelas tiga telah Sevvanno injak , UAN didepan mata . Tetapi rasa sayangnya kepada cewe idamannya terus tumbuh dan terus bertambah. Suatu hari , Sevvano kembali memberanikan dan mengungakapkan rasa sayang dan cintanya kepada cewe idaman itu ,setelah trauma. Reaksi positif yang Sevvano tuai.Kembali Sevvano mengulang sejarah gembiranya dahulu terhadap kakak kelasnya. Sevvano berharap cewe idamannya ini bisa menjadi nyata dan bisa menemani Sev lebih lama,walaupun belum ada status yang mengikat mereka.
“Tik.. Tok.. Tik.. Tok..” detik terus berputar, jam terus berjalan , tanggal terus bertambah. Sevvano bingung dengan status Sevvano dengan cewe idamannya itu. Katanya Melly Goesloww “Ngantung” , entah ngantung baju , ngantuk celana , atau pakaian dalem.
Sevvano akhirnya menyiapkan mental dan trik-trik bagaimana menyatakan cinta yang Ia ambil dari internet. Akhirnya Sevvano menelpon dan memberanikan nyatakan cinta, walaupun penuh resiko.
“Aku suka kamu , kamu mau.. “ belum selesai Sevvano bicara, cewe idamannya langsung menyelak pembicaraan. “Mau!!” , hati Sevvano langsung teriak dan tubuh Sevvano loncat-loncat diatas sofa empuknya.
Hari demi hari Ia lalui dengan senyum dan bahagia, tetapi Sevvano tetap fokus dan mementingkan pelajaran. Terkadang problema datang dan pergi tanpa permisi , tetapi Sevvano pantang menyerah dalam menjalani masalah. UAN telah tiba , Sevvano dapat menyelesaikan dan berhasil menjalani berbagai rintangan di SMP.
“Huft! Akhirnya semua tantangan, masalah , kenangan cinta lemon tea di SMP dapat ku lalui dan dapat ku simpan sebagai pelajaran berharga dalam hidupku kelak.” , teriak Sevvano dalam hati mungilnya.
2 comments:
hahahhahahahah !! ceritnya jujur polos" gmna gtu kayak cerita cinta yg lugu.., ceritany remaja bgt, cuma kok pnokohannya dikit ya ??
masih kurang bumbu",, trus alurnya masih kurang bengkok n pilihan kata ada yg kuang pas, + jgn lupa belajar b.indo yg bae salnya ada beberapa kata yg salah spacenya, apalagi keteranagn tempat...
jujur polos gimana? wkwk..
sip deh yon..
ya penokohannya memang sengaja dikit.karna kalo pake nama-nama jadi aneh..risih..lebae..
maskdnya kurang bengkok?
ia untuk pemenggalan (Nya , Pun) dlll masih bingugng.
Post a Comment